Lewati ke konten
Peta Satu Ruang
Semua data

Bangunan

Lihat jumlah bangunan dan luas tapaknya di tiap kota dan kabupaten sejak 2015, dan wilayah yang bangunannya paling jarang.

Sumber: OpenStreetMap (Geofabrik)

Bangunan yang dipetakan di Indonesia per tahun

Unduh data

Jumlah dan tapak ada di tabel. Garis tiap bangunan (GeoJSON dan Shapefile) diunduh untuk satu tahun dan satu kota, kecamatan, atau desa.

Unduh garis bangunan

GeoJSON dan Shapefile adalah garis luar bangunan OpenStreetMap, untuk satu tahun dan satu kota, kecamatan, atau desa. Satu provinsi dan seluruh Indonesia tidak disediakan.

Garis bangunan (OSM)

Pilih tahun dan kota. Berkasnya berisi garis tiap bangunan, bukan angka jumlah.

GeoJSONShapefile

Pilih kota atau kabupaten untuk mengunduh garis.

API

Jawaban berformat JSON dan berisi data tersimpan beserta sumbernya. Di luar situs ini, API perlu kunci API; berkas unduhan tetap gratis. Cantumkan sumber dan lisensinya.

Sertakan kunci pada header X-API-Key saat mengakses API dari aplikasi atau skrip.

  • GET /api/buildings?kelompok=rumah&area=32&tahun=2026

    Jumlah bangunan dan luas tapaknya per kota/kabupaten dan tahun sejak 2015, untuk tiap kelompok, beserta luas wilayahnya. kelompok: semua, rumah, usaha, fasilitas, lain. area: kode provinsi atau kota/kab. tahun: satu tahun yang sudah dihitung. Tanpa parameter, semua kelompok, wilayah, dan tahun. Bangunan yang tercatat di OpenStreetMap pada 1 Januari, bukan bangunan yang dibangun tahun itu.

  • GET /api/export/bangunan?format=shp&kelompok=rumah&area=32.73.01.1001&tahun=2026

    Garis luar bangunan OpenStreetMap untuk satu tahun dan satu kota, kecamatan, atau desa. format: geojson atau shp. area wajib dan tidak boleh kode provinsi. tahun: 1 Januari tahun itu.

Metodologi

Cakupan data

Garis luar bangunan beserta jenisnya dari salinan OpenStreetMap Indonesia pada 1 Januari tiap tahun sejak 2015.

Cara pengolahan

  • Jenis bangunan dikelompokkan: rumah (tempat tinggal), usaha (toko, kantor, pabrik, gudang, hotel), fasilitas (sekolah, rumah sakit, kantor pemerintah, stasiun, tempat ibadah), dan lainnya. Kelompok lainnya mencakup bangunan yang hanya ditandai “ya”, serta garasi dan gudang kecil.
  • Semua bangunan adalah keempat kelompok itu. Bangunan yang hanya berupa titik, bertanda “bukan bangunan”, atau bertanda “pintu masuk” tidak dihitung.
  • Luas tapak diukur di permukaan bumi dari garis luarnya, lubang di tengah dikurangi. Satu bangunan dihitung utuh di desa atau kelurahan yang memuat titik tengahnya. Angka kota dan kabupaten adalah jumlah desa-desanya. Garis luar yang lebih besar dari 1 km² tidak dihitung: salinan 2022 memuat satu garis building=yes seluas sekitar 127.000 km² yang menutupi Jawa, dan itu bukan bangunan.
  • Bangunan per km² adalah jumlah bangunan dibagi luas wilayah menurut BIG. Tapak dalam hektare adalah luas lantai dasar yang tergambar, bukan jumlah lantai.
  • Tahun yang salinannya belum kami hitung ditulis tidak ada data, bukan nol.
  • Unduhan GeoJSON dan shapefile adalah garis tiap bangunan untuk satu tahun dan satu kota, kecamatan, atau desa. Satu provinsi dan seluruh Indonesia tidak disediakan.
  • Peta live menggambar garis luar tiap bangunan di mana pun peta dibuka, mulai zum 10. Bila peta diperkecil, bangunan diganti kotak yang warnanya menunjukkan banyaknya bangunan di sana.

Batasan

  • Ini bangunan yang sudah dipetakan, bukan semua bangunan yang ada. Bangunan masuk OpenStreetMap saat seseorang menggambarnya, bukan saat bangunan itu berdiri.
  • Jumlah nasional naik dari 1,9 juta bangunan pada 2015 (tapak sekitar 39.000 ha) menjadi 42,5 juta pada 2026 (sekitar 469.000 ha). Sampai 2019 sebagian besar kenaikan karena bangunan lama baru dipetakan. Sejak 2024 pertambahannya di bawah 3% setahun, jadi perubahan terbaru lebih dekat ke bangunan yang baru digambar, tetapi tetap bisa karena pemetaan.
  • Perubahan per kota/kabupaten bisa negatif. Itu selisih jumlah yang tercatat, bukan hitungan bangunan yang dibongkar: bangunan bisa dihapus dari peta, jenisnya diubah, atau titik tengahnya pindah ke wilayah lain.
  • Semua jenis bangunan berasal dari tanda building di OpenStreetMap yang diisi pemeta, bukan dari data pemerintah atau Google. Contohnya house dan apartments menjadi rumah; commercial, retail, dan office menjadi usaha; school, hospital, mosque, dan government menjadi fasilitas.
  • Sebagian besar bangunan di Indonesia hanya ditandai “ya”, tanpa jenis: pada 1 Januari 2026, 97% dari 42,5 juta bangunan masuk kelompok lainnya. Jadi kelompok rumah, usaha, dan fasilitas jauh lebih kecil daripada yang ada di lapangan, dan tidak cocok untuk membandingkan fasilitas antarwilayah.
  • Bangunan yang garisnya juga bagian dari bangunan lain bisa terhitung dua kali. Tinggi dan jumlah lantai tidak dihitung.

Lisensi & penggunaan

© OpenStreetMap contributors, lisensi ODbL 1.0. Data turunan yang dibagikan ulang harus tetap berlisensi ODbL dan menyebut OpenStreetMap.

Sumber dan ketentuan data