Lewati ke konten
Peta Satu Ruang
Semua data

Banjir

Lihat di mana banjir terlihat satelit sepanjang 2026 di tiap kota dan kabupaten, berapa yang dekat permukiman, termasuk hari-hari terakhir, dari radar Sentinel-1 yang menembus awan.

Sumber: Copernicus GFM (Sentinel-1)

Luas banjir dari satelit

Unduh data

Pilih format berkas. Unduhan tidak mengikuti pencarian atau halaman tabel yang sedang dibuka. Sumber dan lisensi disertakan; cantumkan keduanya saat menggunakan atau membagikan data.

Banjir per hari

Satu baris untuk tiap kota/kabupaten dan hari ketika satelit melihatnya: luas banjir, luas yang dekat permukiman, luas yang terlihat radar, dan jumlah lintasan. Titik peta adalah titik tengah kota/kabupaten. Hari tanpa baris berarti tidak terlihat, bukan tidak banjir.

API

Jawaban berformat JSON dan berisi data tersimpan beserta sumbernya. Di luar situs ini, API perlu kunci API; berkas unduhan tetap gratis. Cantumkan sumber dan lisensinya.

Sertakan kunci pada header X-API-Key saat mengakses API dari aplikasi atau skrip.

  • GET /api/floods

    Luas banjir terbesar dalam satu hari per kota/kabupaten dan tahun sejak 2026 dari Copernicus GFM, dengan bagian yang dekat permukiman dan jumlah hari yang terlihat satelit, serta tiap hari banjir 30 hari terakhir. Dengan tahun=YYYY, satu tahun per bulan.

  • GET /api/export/banjir?format=xlsx|csv|geojson|shp&tahun=2026&area=32

    Semua hari tersimpan untuk satu tahun: satu baris per kota/kabupaten dan hari yang terlihat satelit. tahun: tanpa tahun, tahun terbaru. area: kode provinsi atau kota/kab., opsional.

Metodologi

Cakupan data

Peta genangan banjir dan peta wilayah yang tidak bisa dibaca dari tiap lintasan satelit Sentinel-1 di atas Indonesia sejak 1 Januari 2026. Lintasan baru biasanya terbit sekitar 3 jam setelah satelit lewat, dan kami periksa tiap 15 menit.

Cara pengolahan

  • Cara GFM memetakan banjir: radar Sentinel-1 memancarkan gelombang mikro yang menembus awan dan bekerja siang maupun malam. Air yang tenang memantulkan gelombang itu menjauh, sehingga tampak gelap. Tiga tim (DLR, TU Wien, LIST) masing-masing mencari petak 20 m yang lebih gelap dari biasanya, dan GFM memakai hasil yang disepakati. Air permanen, seperti laut, danau, dan sungai besar, tidak dihitung banjir.
  • Cara kami menghitungnya: tiap lembar peta 300 × 300 km kami baca pada petak 80 m. Tiap petak banjir dihitung luasnya di permukaan bumi dan masuk ke kota atau kabupaten tempat titik tengahnya berada, dengan batas wilayah BIG. Hasilnya berbeda beberapa persen dari hitungan petak 20 m.
  • Luas yang terlihat radar adalah bagian wilayah yang dilewati satelit dan bisa dibaca hari itu, di luar daerah yang dikecualikan GFM. Dibaca pada petak sekitar 640 m.
  • Satu hari menurut WIB. Bila satelit lewat lebih dari sekali, yang disimpan adalah luas terbesar, bukan jumlahnya. Angka tiap tahun adalah hari dengan luas banjir terbesar, beserta berapa hari satelit melihat wilayah itu.
  • Wilayah yang hari itu tidak dilewati satelit tidak punya angka. Itu ditulis tidak ada data, bukan nol atau aman.
  • Dekat permukiman: tiap petak banjir 20 m kami cocokkan dengan peta tutupan lahan ESA WorldCover 2021. Petak yang dalam 200 m darinya ada bangunan disebut dekat permukiman. Luasnya adalah luas banjir hari itu dikali bagian petak yang dekat permukiman. Hari baru dihitung tidak lama setelah dibaca; sebelum itu angkanya kosong, bukan nol.

Batasan

  • Satelit lewat beberapa hari sekali, tidak tiap hari. Banjir yang surut sebelum satelit lewat tidak terlihat. Sejak Sentinel-1B rusak pada Desember 2021 lintasan lebih jarang sampai Sentinel-1C bergabung pada 2025, jadi jumlah hari banjir antartahun tidak bisa dibandingkan begitu saja.
  • Radar tidak bisa melihat air di antara gedung yang rapat dan di bawah hutan yang lebat. Banjir di tengah kota seperti Jakarta sering tidak terhitung atau terhitung jauh lebih kecil.
  • Danau yang meluas di musim hujan, sawah yang sedang digenangi, tambak, dan rawa bisa terbaca banjir, misalnya Danau Tempe di Wajo, danau-danau Mahakam di Kutai Kartanegara, serta dataran Karawang, Indramayu, dan Pinrang.
  • Ini luas genangan, bukan dampaknya. Korban, pengungsi, dan rumah terendam tidak ada di data satelit.
  • Dekat permukiman bukan berarti rumah terendam. Kebanyakan adalah sawah atau lahan di pinggir desa. Peta bangunan WorldCover dari tahun 2021, jadi permukiman yang lebih baru belum terhitung.

Lisensi & penggunaan

Copernicus Emergency Management Service, Global Flood Monitoring (GFM), sesuai ketentuan CEMS: boleh dipakai dan dibagikan dengan menyebut sumbernya.

Sumber dan ketentuan data