Peta ini memutar deteksi titik panas dari satelit NOAA-20, satu hari setiap langkah. Setiap lingkaran menunjukkan sel peta yang memiliki deteksi pada hari tersebut. Geser pengatur tanggal untuk berhenti pada satu hari, atau tekan Putar untuk mengikuti seluruh rekaman.
PUTAR RIWAYAT HARIAN
1.587
titik panas tercatat · 155 kabupaten/kota
1 November 2026
30 provinsi
Titik terang mewakili jumlah deteksi pada satu hari di tiap petak sekitar 28 km: kuning 1–9, jingga 10–49, merah 50+. Titik memudar setelah lima hari. Jejak redup mewakili petak sekitar 111 km yang pernah terdeteksi hingga tanggal terpilih; warna bukan tingkat bahaya.
Dari 4 Agustus 2026 sampai 1 November 2026, tercatat 166.600 deteksi yang berada di wilayah kota atau kabupaten Indonesia. Deteksi tersebar di 425 dari 514 kabupaten/kota pada 38 dari 38 provinsi. Angka ini menjelaskan sebaran rekaman satelit, bukan jumlah kebakaran terpisah.
Wilayah dengan deteksi terbanyak
- Merauke · Papua Selatan19.242
- Seruyan · Kalimantan Tengah10.817
- Pulang Pisau · Kalimantan Tengah10.231
- Ogan Komering Ilir · Sumatera Selatan10.068
- Kapuas · Kalimantan Tengah9.009
- Katingan · Kalimantan Tengah7.434
- Ketapang · Kalimantan Barat7.389
Puncak harian pada rekaman ini terjadi 14 Oktober 2026, dengan 12.522 deteksi di 263 kabupaten/kota dan 35 provinsi.
Seberapa yakin sensornya?
Sensor VIIRS memberi setiap deteksi satu dari tiga kelas keyakinan: rendah, sedang, atau tinggi. Rentang persen di bawah mengikuti SiPongi, sistem deteksi dini kebakaran hutan dan lahan milik Kementerian Kehutanan.
- Rendah · 0–29%8.258
- Sedang · 30–79%153.291
- Tinggi · 80–100%5.051
Keyakinan menjelaskan seberapa yakin sensor bahwa yang terlihat adalah api. Kelas ini bukan ukuran luas atau tingkat bahaya.
Cara membaca titik panas
- Satu titik adalah satu petak 375 meter. Satu kebakaran besar dapat menjadi banyak titik.
- Belum tentu kebakaran. Pembakaran sisa panen atau cerobong industri juga dapat terdeteksi.
- Satelit melintas dua kali sehari, sekitar tengah hari dan tengah malam. Api yang menyala lalu padam di antara dua lintasan itu tidak tercatat.
- Tidak ada titik belum tentu tidak ada api. Awan dan asap tebal dapat menutupinya.
Seberapa parah kebakarannya?
Peta titik panas menunjukkan tempat dan waktu sensor satelit menangkap panas. Satu kebakaran dapat menghasilkan beberapa deteksi, dan sumber panas lain juga dapat terlihat sebagai titik panas. Karena itu, hitungan ini tidak sama dengan jumlah kebakaran atau luas lahan yang terbakar. Data ini membantu memperlihatkan sebaran indikasi, tetapi tidak cukup untuk menetapkan tingkat kerusakan.
Rekaman ini memakai satu satelit, NOAA-20, agar deteksi dari beberapa satelit tidak dijumlahkan dan dihitung berulang. Batas wilayah mengikuti kota dan kabupaten Indonesia yang tersimpan di peta batas situs.
Sumber: NASA LANCE FIRMS, instrumen VIIRS NOAA-20. Periode: 4 Agustus 2026–1 November 2026 WIB. Lingkaran pada peta adalah petak sekitar 28 km (0,25°); ukuran lingkaran mengikuti jumlah deteksi dalam petak pada hari terpilih.
64 hari tidak memiliki rekaman deteksi tersimpan. Hari tersebut ditandai belum tersedia dan tidak dihitung sebagai nol.
Citra: NASA/NOAA-20 VIIRS / Wikimedia Commons · domain publik