Lewati ke konten
Peta Satu Ruang
Anak-anak Desa Huta Ginjang melompat di bukit di atas Danau Toba di bawah langit biruFoto: Lsimanjorang / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Semua artikel

Udara bersih tidak selalu sehat

Langitnya boleh biru, tapi bahayanya tetap ada. Lihat beda level ISPU dengan batas WHO, dan debu halus di Jakarta serta kota besar lain hari ini.

Jalan Gatot Subroto di Jakarta yang padat kendaraan, gedung-gedung di kejauhan tampak pudar
Foto: Jalan Gatot Subroto, Jakarta, 2024 · Medelam / Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0

Langitnya boleh biru. Tapi bahayanya tetap ada.

Yang bikin sakit dari udara kotor biasanya debu halus, nama resminya PM2.5. Ukurannya jauh lebih kecil dari sehelai rambut. Mata tidak bisa melihatnya, tapi tetap ikut terhirup. Makanya langit cerah belum tentu aman.

Greenpeace Indonesia pernah mengingatkan hal yang sama: langit biru Jakarta bukan jaminan bebas polusi. Menurut BMKG, langit terlihat biru setelah hujan karena polusinya terbawa air hujan, dan itu tidak bertahan lama.

Cara ceknya: lihat angka ISPU, bukan langitnya

ISPU itu angka kualitas udara, dari 0 sampai 500. Makin besar, makin kotor. Ada lima level. Di situs ini ISPU dihitung dari rata-rata debu halus selama 24 jam.

LevelISPUArtinyaYang sebaiknya dilakukan
Baik0–50Tingkat kualitas udara yang sangat baik, tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan, tumbuhan.Sangat baik melakukan kegiatan di luar.
Sedang51–100Tingkat kualitas udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan.Masih dapat beraktivitas di luar.
Tidak sehat101–200Tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia, hewan dan tumbuhan.Mengurangi aktivitas fisik yang terlalu lama di luar ruangan.
Sangat tidak sehat201–300Tingkat kualitas udara yang dapat meningkatkan resiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.Hindari aktivitas fisik yang terlalu lama di luar ruangan, pertimbangkan untuk melakukan aktivitas di dalam ruangan.
Berbahayadi atas 300Tingkat kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.Hindari semua aktivitas di luar.

Kolom “artinya” dan “yang sebaiknya dilakukan” dikutip dari Peraturan Menteri LHK No. 14 Tahun 2020, untuk setiap orang. Menurut WHO, debu halus menyebabkan penyakit jantung, penyakit paru, dan kanker.

“Sedang” itu belum tentu aman

WHO, badan kesehatan dunia, menyarankan debu halus paling banyak 15 µg/m³ untuk rata-rata sehari, dan 5 µg/m³ untuk rata-rata setahun. Satuannya mikrogram per meter kubik udara.

Sekarang bandingkan dengan level ISPU:

  • Level Baik berhenti di 15,5, hampir sama dengan batas harian WHO.
  • Level Sedang mulai dari 15,5 sampai 55,4. Itu hampir 4 kali lipat batas harian WHO.

Dua-duanya benar, tujuannya saja yang beda. ISPU adalah standar Indonesia untuk memberi peringatan. Batas WHO lebih ketat karena dibuat sebagai sasaran kesehatan. Jadi udara yang levelnya “Sedang”, dan kelihatannya biasa saja, belum tentu memenuhi batas WHO.

Jakarta dan kota besar lain, dibanding yang terbersih dan paling tercemar

Ini debu halus di Jakarta Pusat dan beberapa kota besar, di samping wilayah yang udaranya paling bersih dan paling kotor di Indonesia.

Dari 10 kota besar di bawah ini, 9 berada di atas batas harian WHO (15). Jakarta Pusat sekarang 3,7 kali batas itu, padahal levelnya “Sedang”. Dari 514 kota dan kabupaten di Indonesia, 325 melewati batas itu; rata-ratanya 24. Yang paling kotor, Kabupaten Kutai Kartanegara, sampai 10 kali.

Debu halus (PM2.5) rata-rata 24 jam, 2 November 2026
  • Batas harian yang disarankan WHO15 µg/m³

  • Kabupaten PaniaiUdara terbersih · Papua Tengah1,7 µg/m³ · ISPU 5 · Baik

  • Kota DenpasarBali13 µg/m³ · ISPU 41 · Baik

  • Kota BalikpapanKalimantan Timur18 µg/m³ · ISPU 54 · Sedang

  • Kota PalembangSumatera Selatan21 µg/m³ · ISPU 57 · Sedang

  • Kota YogyakartaDaerah Istimewa Yogyakarta22 µg/m³ · ISPU 59 · Sedang

  • Kota MakassarSulawesi Selatan30 µg/m³ · ISPU 69 · Sedang

  • Kota MedanSumatera Utara32 µg/m³ · ISPU 71 · Sedang

  • Kota SemarangJawa Tengah53 µg/m³ · ISPU 97 · Sedang

  • Kota SurabayaJawa Timur55 µg/m³ · ISPU 99 · Sedang

  • Kota Administrasi Jakarta PusatDaerah Khusus Ibukota Jakarta55 µg/m³ · ISPU 99 · Sedang

  • Kota BandungJawa Barat63 µg/m³ · ISPU 108 · Tidak sehat

  • Kabupaten Kutai KartanegaraUdara paling tercemar · Kalimantan Timur157 µg/m³ · ISPU 206 · Sangat tidak sehat

Perkiraan model CAMS untuk titik tengah tiap wilayah, bukan alat ukur di lapangan. Terbersih dan paling tercemar dipilih dari 514 kota dan kabupaten; kota besar di antaranya adalah pilihan kami. Urut dari yang paling bersih, dengan batas WHO di paling atas. Batang yang terpotong di ujung berarti angkanya jauh melewati skala. Angka ini berubah tiap hari.

Jadi gimana?

  1. Cek ISPU kotamu tiap pagi, seperti cek cuaca.
  2. Tidak sehat? Kurangi kegiatan fisik yang lama di luar.
  3. Sangat tidak sehat? Pindahkan kegiatan ke dalam ruangan.
  4. Berbahaya? Hindari semua kegiatan di luar.
  5. Punya asma atau sakit jantung? Kurangi kegiatan berat sejak level Sedang.

Saran nomor 2 sampai 5 mengikuti Peraturan Menteri LHK No. 14 Tahun 2020. Angka di situs ini rata-rata 24 jam, jadi asap yang baru datang satu jam lalu belum tentu terlihat. Untuk arahan resmi, ikuti BMKG, KLH, dan pemerintah daerah.

Lihat peta, tabel, dan unduhan di balik artikel ini.

Sumber

Artikel ini penjelasan umum, bukan hasil ukur di tempat Anda. Cara kami mengolah data ada di Sumber dan ketentuan data.